Jumat, 13 Juli 2012

PERMENKES 148 "IZIN DAN PENYELENGGARAAN PRAKTIK PERAWAT "


PERATURAN MENTRI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR. HK.02.02/MENKES/148/I/2010
TENTANG IZIN DAN PENYELENGGARAAN PRAKTIK PERAWAT

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam peraturan Mentri ini yang dimaksud adalah:
1)      Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan perawat baik di dalam maupun di luar negeri sesuai denga peraturan perundang-undangan.
2)      Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan Promatif, Preventif, Kuratif dan Rehabilitatif.
3)      Surat Izin Praktik Perawat yang selanjutnya disingkat SIPP adalah bukti tertulis yang diberikan kepada perawatuntuk melakukan praktik keperawatan secara perorangan dan/atau kelompok.
4)      Standar adalah pedoman yang harus dipergunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan profesi yang meliputistandar pelayanan, standar profesi, dan standar prosedur operasional.
5)      Surat Tanda Registrasi selanjutnya disingkat  STR adalah bukti tertulis yang diberikan pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
6)      Obat bebas adalah obat yang berlogo bulatan berwarna hijau yang dapat diperoleh tanpa resep dokter.
7)      Obat bebas terbatas adalah obat yang berlogo bulatan berwarna biru yang dapat diperoleh tanpa resep dokter.
8)      Organisasi Profesi adalah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

BAB II
PERIZINAN

Pasal 2
1)      Perawat dapat menjalankan praktik pada fasilitas pelayanan kesehatan.
2)      Fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud  pada ayat (1) meliputi fasilitas pelayanan kesehatan di luar praktek mandiri dan/atau praktik mandiri.
3)      Perawat yang menjalankan praktik mandiri sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) berpendidikan minimal Diploma III (DIII) Keperawatan.

Pasal 3
1)      Setiap perawat yang menjalankan praktik wajim memiliki SIPP.
2)      Kewajiban memiliki SIPP dikecualikan bagi perawat yang menjalankan praktik pada fasilitas pelayanan Kesehatan di luar praktik mandiri.

Pasal 4
1)      SIPP sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat (1) dikeluarkan oleh pemerintah daerah Kabupaten/Kota.
2)      SIPP berlaku selama STR masih berlaku.

Pasal 5
1)      Untuk memperoleh SIPP sebagaimana dimaksud dalam pasal 4, Perawat harus mengajukan permohonan kepada pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dengan melampirkan:
a.       Fotocopy STR yang masih berlaku dan dilegalisir;
b.      Surat keterangan sehat fisik dari dokter yang memiliki surat izin praktik;
c.       Syrat pernyataan memiliki tempat praktek;
d.      Pas foto berwarna terbaru ukuran 4X6 cm sebanyak 3(tiga) lembar; dan
e.       Rekomendasi dari Organisasi Profesi
2)      Surat permohonan memperoleh  SIPP sebagaimanan dimaksud pada ayat (1) sebagaimana tercantum dalam formulir I terlampir.
3)      SIPP sebagaimanan dimaksud pada ayat (1)  hanya diberikan untuk 1 (satu) tempat praktek.
4)      SIPP sebagaimanan dimaksud pada ayat (3) sebagaimana tercantum pada formulir II terlampir.

Pasal 6
Dalam menjalankan praktek mandiri, perawat wajib memasang papan nama praktik keperawatan.

Pasal 7
1)      SIPP dinyatakan tidak berlaku karena:
a.       Tempat praktik tidak sesuai lagi dengan SIPP.
b.      Masa berlakunya habis dan tidak diperpanjang.
c.       Dicabut atas perintah pengadilan.
d.      Yang bersangkutan meninggal dunia.

BAB III
PENYELENGGARAAN PRAKTIK
( KEWENANGAN PERAWAT )

Pasal 8
1)      Praktik keperawatan dilaksanakan pada fasilitas pelayanan kesehatan tinggkat pertama, kedua, dan ketiga.
2)      Praktik keperawatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
3)      Praktik keperawatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui kiegiatan:
a.       Pelaksanaan asuhan keperawatan.
b.      Pelaksanaan upaya promotif, preventif, pemulihan, dan pemberdayaan masyarakat; dan
c.       Pelaksanaan tindakan keperawatan komplementer.
4)      Asuhan  keperawatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a meliputi pengkajian, penetapan diagnose keperawatan perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan.
5)      Implementasi keperawatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) meliputi penetapan perencanaan dan pelaksanaan tindakan keperawatan.
6)      Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) meliputi pelaksanaan prosedur keperawatan, observasi keperawatan, pendidikan dan konseling kesehatan.\
7)      Perawat dalam menjalankan asuhan keperawatan sebagaimanan dimaksud pada ayat (4) dapatr memberikan obat bebas dan/atau obat bebeas terbatas.

Pasal 9
Parawat dalam melakukan praktek harus sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.

Pasal 10
1)      Dalam keadaan darurat untuk penyelamatan nyawa seseorang/pasien dan tidak ada dokter di tempat kejadian, perawat dapar melakukan pelayanan kesehatan di luar kewenangan sebagaimana dimaksud pada pasal 8.
2)      Bagi perawat yang menjalankan praktik di daerah yang tidak memiliki dokter dalam rangka melaksanakan tugas pemerintah, dapat melakukan pelayanan kesehatan diluar kewenangan sebagaimana dimaksud pada pasal 8.
3)      Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus mempertimbangkan kompetensi, tingkat kedaruratan dan kemungkinan untuk dirujuk.
4)      Daerah yang tidak memiliki dokter sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah kecamata atau kelurahan/desa yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Kabupaten/Kota.
5)      Dalam hal daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (4) telah terdapat dokter, kewenangan perawat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku.

Pasal 11
Dalam melaksanakan prakti perawat mempunyai hak;
a.       Memperoleh perlindungan hokum dalam melaksanakan praktik keperawatan sesuai standar;
b.      Memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari klien dan/atau keluarganya;
c.       Melaksanakan tugas sesuai dengan kompetansi;
d.      Menerima imbalan jasa profesi;dan
e.       Memperoleh jaminan perlindungan terhadap risiko kerja yang berkaitan dengan tugasnya.

Pasal 12
1)      Dalam melaksanakan praktik, perawat wajib untuk;
a.       Menghormati hak klien;
b.      Melakukan rujukan;
c.       Menyimpan rahasia sesuaai dengan peraturan perundang-undangan;
d.      Memberikan informasi tentang masalah kesehatan pasien/klien dan pelayanan yang dibutuhkan;
e.       Meminta persetujuan tindakan keperawatan yang akan dilakukan;
f.        Melakukan pencatatan asuhan keperawatan secara sistematis;dan
g.       Mematuhi standar.

2)      Perawat dalam menjalankan praktik senantiasa meningkatkan mutu pelayanan profesinya, dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan dan pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya, yang diselenggarakan oleh pemerintah atau organisasi profesi.
3)      Perawat dalam menjalankan praktik wajib membantu program Pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Jumat, 13 Januari 2012



METODOLOGI ASUHAN KEPERAWATAN
“ASUHAN KEPERAWATAN”
4648_190916510366_189755605366_7135361_2190109_n.jpg
 












KELOMPOK 6:
  • -         KHAHFIE RAMADHAN A K
  • -        HENDRI YADI
  • -         HERDI DONA
  • -         IHSAN MUHAEMIN
  • -         ANDI SOPAN
  • -         ANDRI MAHPUDIN
  • -         RIZKI AULIA
  • -         ADITIA MAULANA
  • -         HADI ABDILAH







PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
KOTA SUKABUMI
2011/2012
Kasus 3
Anak W usia 5 tahun dengan diagnosa keperawatan medis Pneumoni, alamat Kp. Ciasrua sukabumi, penanggung jawab Tn D hubungan ayah kandung alamat sama dengan di atas.

Riwayat kesehatan:
Menurut penuturan ibu klien, sebelum klien dibawa ke RS 1 minggu lalu tubuh klien teraba panas disertai batuk-batuk dan kadang ada sesak, dan sama sekali tidak mau makan, kemudian keluarga membawanya ke RS.

Pada saat Pengkajian:
Ibu klien mengatakan anaknya masih panas dan batuk yang kadang disertai sesak, sesak semakin bertambah jika klien menangis, dan berkurang setelah di UAP, dan posisi tidur dengan setengah duduk.

Riwayat Kesehatan Keluarga:
Di keluarga ada yang batuk-batuk dan disertai demam tetapi tidak sampai dirawat.

Pola Nutrisi:
Pada saat dikaji ibu klien mengatakan anaknya tetap tidak mau makan dengan alas an sakit untuk menelannya.

Pemeriksaan Fisik:
  • Keadaan umum pasien tampak lemah
  • TTV:
Ø  S          =          38˚C
Ø  RR       =          34x/menit
Ø  N         =          100x/menit
Ø  TD       =          90/70 mm/Hg
·        BB       :           18 kg sebelum sakit, saat sakit hanya 16 kg.
·        Mata tampak cekung, konjungtiva anemis, hidung simetris, tidak dapat defisiasi septum, PCH +, bibir tampak kering dan lidah tampak kotor juga ada stomatitis, dada simetris, terdapat retraksi dinding dada, bunyi nafas ronchi di area paru kiri dan kanan, kadang diakhiri adanya ngorok, bunyi jantung regular, abdomen tampak datar, turgor jelek, bising usus 10x/menit, terpasang infuse pada ekstermitas atas sebelah kanan, akral teraba hangat.

Hasil Lab:
  • HB                   =          10,1 gr
  • Leukosit           =          11000
  • Trombosit         =          170000
  • Ht                    =          30%

Pengobatan:
  • Cefotaxim 3x 750 mg
  • PCT tablet
  • Combipen 2x 1 ampul (nebulizer)
  • O2 2 lt/ Sesuai kebutuhan

Diet: Bubur Susu/ Sonde
















ASUHAN KEPERAWATAN

A.     DOKUMENTASI PENGKAJIAN KEPERAWATAN
1.      Demografi Klien
a.      Data Klien
·        Nama                                 : Anak W
·        Umur                                  : 5 tahun
·        Alamat                               : Kp Cisarua

b.      Data Penanggung jawab
·        Nama                                 : Tn Y
·        Hubungan dgn kilen            : Ayah Kandung
·        Alamat                               : Kp cisarua

c.       Data Medis
·        Diagnosa Medis      :  Pneumonia

  1. Riwayat Kesehatan

a.      Riwayat Penyakit Sekarang
Keluhan Utama : panas dan batuk disertai sesak nafas
Riwayat Penyakit (PQRST)
·        P          :
-   Paliatif              :Berkurang setelah di UAP dan posisi                 tidur dengan setengah duduk.
-   Provokatif        : Sesak bertambah apabila klien menagis
·        Q         : masih dapat melakukan aktivitas fisik
·        R         : diseluruh area lapang dada
·        S          : dapat beraktifitas sendiri
·        T          : 1 minggu yang lalu

b.      Riwayat Penyakit Dahulu
Sudah satu minggu klien mengalami panas disertai batuk dan sesak nafas

c.       Riwayat Penyakit Keluarga
Penyakit menular          : dikeluarga ada yang batuk-batuk dan disertai demam tetapi tidak sampai dirawat



3.      Pemeriksaan Fisik
a.      Penampilan Umum :
·        Klien tampak lemah
·        Terpasang infus pada ekstremitas atas sebelah kanan
b.      TTV    :
·        Suhu                             : 380C
·        Nadi                             : 100X/menit
·        RR                               : 34X/menit
·        BB                               : 16 kg (sebelum sakit 18kg/menurun)
·        TD                               : 90/70 mm/hg

c.       Inspeksi          :
-   mata tampak cekung
-         Konjungtiva anemis
-         Hidung simetris
-         Tidak terdapat deviasi septum
-         Terdapat PCH
-         Bibir tampak kering
-         Lidah tampak kotor
-         Terdapat stomatitis
-         Dada tampak simetris
-         Abdomen tampak datar

d.      Palpasi            :
-   terdapat retraksi dinding dada
-         Turgor jelek
-         Akral teraba hangat

e.      Auskultasi      :
-   bunyi nafa ronchi di area paru kiri dan kanan kadang diakhiri adanya ngorok
-         Bunyi jantung reguler
-         Bising usus 10 x/m

4.      Pengkajian KDM
a.      Nutrisi                               : tidak nafsu makan sudah 1 minggu
b.      Cairan                               : terpasang infus pada ekstermitas atas sebelah kanan


5.      Pemeriksaan Penunjang
Hasil Lab        :          
Pemeriksaan
Hasil
Nilai Normal
Hb
Leukosit
Trombosit
Ht
10,1 gr
11000
170000
30%
Pr= 14 gr/100 dL & Lk= 16 gr/100 dL
4000-9000/Ui
150000-350000
Pr= 35-45% & Lk= 40-50%




6.      Pengobatan
-         Cefotaxim 3x 750 mg
-         PCT tablet
-         Combipen 2x 1 ampul (nebulizer)
-         O2 2lt/sesuai kebutuhan

  1. Diet       
-     bubur susu / sonde


B.     ANALISIS DATA

NO.
DATA
ETIOLOGI
MASALAH
1.
DS:
-          Ibu klien mengatakan anaknya  batuk yang kadang sisertai  sesak.
DO:
-          Respirasi 34x/ mnt
-          Bunyi nafas ronchi di area paru kanan dan kiri
-          Leukosit 11000
-          Nadi 100x/ menit
-          TD 90/70 mmHg

Invasi mikroorganisme di saluran nafas

terjadi reaksi inflamasi di saluran nafas

Kompensasi tubuh mengeluarkan mukus oleh sel goblet meningkat

mukus menumpuk di saluran nafas

Sirkulasi udara terhambat

jalan nafas tidak efektif

 Jalan nafas tidak efektif
2.
DS :
-          Ibu klien mengatakan anaknya panas.
DO:
-          Suhu 38° C
-          R 34 x/mnt
-          Lemah
-          Akral teraba hangat.
-          Mata cekung
-          Mukosa bibir kering
-          Lidah tampak kotor
-          Tampak ada stomatitis
Invasi mikroorganisme asing ke dalam tubuh
 

Reaksi imun terhadap mikroorganisme

Pelepasan pirogen
 

Merangsang mediator kimia
 

Disampaikan ke hipotalamus
 

Gangguan termoregulasi

Produksi panas melebihi pengeluaran panas
 

Hipertermi
Peningkatan suhu Tubuh

DS :
-          Ibu klien mengatakan anaknya tidak mau makan dengan alasan sakit untuk menelan.
DO :
-          Penurunan BB dari 18 kg ke 16 kg
-          Hb 10,1 gr
-          Ht 30%
-          Bising usus 10x/ menit


Invasi karena mikroorganisme

terjadi reaksi inflamasi pd tenggorokan

Terasa sakit saat proses Menelan

Nafsu makan berkurang

Gangguan Pemenuhan Nutrisi

Aneroxia
Gangguan pemenuhan nutrisi





C.     DIAGNOSA KEPERAWATAN
Dx 1     : Tidak efektif jalan nafas b.d infeksi paru-paru.

Dx 2     : Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan  Pneumonia.

Dx 3     : Gangguan pemenuhan nutrisi b.d ketidak adekuatan menelan.

D.    RENCANA KEPERAWATAN
Time Record : 1 januari 2012 09.30-10.30 WIB
NO
Diagnosa Keperawatan
PERENCANAAN
Tujuan
Intervensi
Rasional
1.
Ketidak efektifan pola nafas berhubungan dengan infeksi paru-paru

Pada tgl 4 Januari 2012 klien akan menunjukkan pola nafas yang efektif
Dengan Kriteria:
-    TTV Normal ( TD 120/80 mmHg, RR 24x/mnt, Nadi 80 x, Suhu 36°C)
-    Sesak berkurang
-    Pola nafas normal.
.

1.   Kaji TTV (RR) & fungsi pernafasan.
2.   Bantu klien untuk batuk afektif
3.   Berikan Oksigen sesuai kebutuhan
4.   Lakukan perkusi, vibrasi dan postural drainage setiap 4-6 jam.


1.   Untuk mengetahui status keadaan klien.
2.   Bantu klien untuk batuk afektif
3.   Meningkatkan suplai oksigen di paru-paru
4.   Dapat membantu dalam pengembangan paru dan membantu sekresi mucus dalam bernafas.


2.
Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan  Pneumonia.

Pada tgl 4 Januari 2012 suhu tubuh klien normal, dengan criteria:
·        Suhu 37˚C
1.Observasi TTV (SUHU)
2.Berikan kompres dingin pada lipatan leher atau ketiak
3.Anjurkan klien untuk memakai pakaian yang manyerap keringat.
4.Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi antipiretik & antibiotik
1.Mengetahui keadaan umum klien
2.Untuk menurunkan suhu tubuh yang meningkat.
3.Untuk membantu menurunkan suhu tubuh
4.Kerjasama dengan dokter untuk penanganan suhu tubuh yg meningkat dan inflamasi
3.
Pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakadekuatan menelan
Pada tgl 3 Januari 2012 kebutuhan nutrisi dapat terarasi, dengan criteria hasil:
·        Klien tidak merasa sakit menelan ketika makan.
·        Nafsu makan klien meningkat.
·        Porsi makan yang diberikan habis.
Berat badan klien naik 2 Kg.
1.   Kaji pola makan klien
2.   Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jml kalori/hari.
3.   Jaga kebersihan mulut klien
4.   Sajikan Makanan  dalam keadaan hangat, dan berikan 1 porsi makan dalam 3x pemberian

1. Mengetahui pola makan klien agar makannya teratur
2. Untuk mencapai BB yg direncanakan pd tujuan.
3. Mulut yg bersih dapat meningkatkan nafsu makan
4. Mengurangi sakit ketika menelan & meningkatkan selera makan.

E.     INTERVENSI ( CATATAN KEPERAWATAN )

Hari/
Tgl
Waktu
No. Dx
Tindakan / Respon Klien

Paraf
1 januari 2012
09.00



09.15






09.45








10.00

1
1.      Mengobservasi Tanda-tanda Vital
·        S:-
·        O:
ü  RR: 23x/ menit
2.      Kaji Fungsi Pernafasan
·        S: “Suster, dada saya terasa sesak & batuk”.
·        O:
ü  Klien tampak sesak
ü  Klien batuk mengeluarkan dahak
3.      Menganjurkan Batuk efektif
·        S:”Suster, saya sudah agak enakan setelah Batuk efektif.”
·        O:
ü  Sesak nafas klien berkurang
ü  Terdapat mucus hasil batuk.

4.      Memberikan Oksigen
·        S: -
·        O:
ü  Sesak klien tampak berkurang.


1 Januari 2012
11.00



11.15






11.45




12.00
2
1.      Mengobservasi Tanda-tanda Vital
·        S:-
·        O:
ü  S: 37,8˚C
2.      Memberikan Kompres air hangat pada lipatan Leher klien.
·        S: “suster, panas badan saya sudah terasa menurun”.
·        O:
ü  ”Klien teraba hangat”.
ü  Suhu tubuh: 37,8˚C
3.      Menganjurkan Klien untuk menggunakan pakaian yang mudah menyerap keringat
·        S: “Suster, saya merasa nyaman memakai pakaian ini”.
·        O: Klien tampak nyaman
4.      Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian antipiretik dan antibiotic
·        S:”suster, Panas saya sudah terasa membaik”.
·        O: Klien tampak meminum obat yang diberikan

1 Januari 2012
13.30



14.00

14.30
3
1.   Mengkaji pola makan Klien
·        S: -
·        O: Klien sulit untuk makan dg alas an sakit ketika menelan
2.Melakukan Kolaborasi dengan ahli gizi  ttg Makanan Klien (Diet= bubur susu/ sonde)
3.Memberikan Klien makan bubur susu/ sonde sesuai diet, dan berikan 1 porsi makan dalam 3x pemberian
·        S: “suster, saya mau makan tapi sedikit-sedikit”.
·        O: klien berkeinginan Untuk makan




F.      CATATAN PERKEMBANGAN

Hari/
Tanggal
Waktu
No.
 Dx
EVALUASI
(SOAP)
Paraf
1 Januari 2012
10.00
1.
·  S:” Suster, sesak nafas saya sudah membaik setelah batuk efektif dan terapi oksigen”.
·  O:Sesak nafas klien terlihat mambaik, RR= 23x/menit.
·  A: masalah sebagian teratasi.
·  P: Intervensi dilanjutkan.

1 Januari 2012
12.00
2.
·  S:”Suster, panas badan saya sudah terasa menurun”.
·  O:Klien teraba Hangat, Suhu Tubuh 37,8˚C
·  A:Masalah belum teratasi
·  P:Intervensi dilanjutkan

1 Januari 2012
14.30
3.
·  S: “suster, saya mau makan tapi sedikit-sedikit”.
·  O:Klien tampak mau makan
·  A:Masalah nutrisi teratasi sebagian.
P:intervensi di lanjutkan